Mengapa Film Sore: Istri dari Masa Depan Dinilai Sangat Relate dengan Percintaan Gen Z? Ternyata Ini Alasannya

Minggu, 20 Jul 2025, 17:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sore: Istri dari Masa Depan, film pendek romantis berlatar fiksi ilmiah yang dibintangi oleh Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha, kembali viral di media sosial.

Meski sudah dirilis beberapa waktu lalu, film ini menemukan kembali penontonnya, terutama di kalangan Generasi Z. Banyak yang menyebut film ini “bikin overthinking,” “ngena banget,” bahkan “terlalu jujur tentang cinta dan hidup.”

Ket. Foto: Dion Wiyoko sebagai Jo dan Sheila Dara sebagai Sore di Film Sore — Sumber: Instagram.com/sheiladara

Namun, apa sebenarnya yang membuat film ini begitu relate dengan percintaan Gen Z?

Film ini bercerita tentang Jo, seorang pria muda yang hidupnya berjalan santai, hingga suatu hari didatangi oleh Sore, wanita yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan.

Sore datang untuk memperingatkan Jo agar tidak mengambil keputusan yang bisa menghancurkan masa depan mereka. Meski terdengar seperti plot fiksi ilmiah, film ini justru menggali lebih dalam persoalan emosional, pilihan hidup, dan ketakutan akan masa depan.

Mengapa Gen Z Sangat Relate dengan Film Ini?

1. Kecemasan Akan Masa Depan

Gen Z adalah generasi yang tumbuh di tengah ketidakpastian global mulai dari pandemi, krisis iklim, naiknya biaya hidup, dan perubahan teknologi yang cepat. Dalam film Sore, Jo digambarkan sebagai sosok yang santai tapi cemas dalam diam.

Kehadiran “istri dari masa depan” adalah simbol dari tekanan batin generasi muda: takut salah melangkah, takut menyesal, dan ingin memperbaiki masa depan sebelum segalanya terlambat.

“Kadang kita cuma pengin ada orang dari masa depan yang bilang: ‘Kamu gak salah kok, terusin aja’,” tulis seorang netizen di TikTok.

2. Hubungan Romantis yang Tidak Pasti

Gen Z dikenal sebagai generasi yang banyak mengalami ambiguitas dalam hubungan, istilah seperti situationship, ghosting, commitment issue menjadi akrab bagi mereka.

Film Sore menyentuh hal ini lewat hubungan Jo dan Sore yang diliputi kebingungan. Sore mencintai Jo, tapi datang bukan untuk mengikat, melainkan memperingatkan. Romansa mereka bukan hanya soal cinta, tapi soal pilihan, waktu, dan kesiapan.

3. Pencarian Jati Diri

Jo mewakili anak muda yang masih mencari arah. Gen Z banyak dihadapkan pada ekspektasi tinggi dari lingkungan, keluarga, bahkan media sosial, namun juga merasa belum siap menjadi “versi dewasa” dari diri mereka.

Dalam film, Jo harus belajar bahwa hidup tidak bisa dijalani dengan pasrah, dan bahwa cinta pun butuh usaha, bukan hanya rasa.

4. Dialog yang Intim dan Realistis

Film ini tidak menawarkan dialog dramatis ala sinetron. Justru karena itulah ia terasa sangat nyata. Kalimat-kalimatnya sederhana, tenang, namun menyimpan makna yang dalam.

Dialog semacam ini menggambarkan betapa cinta kadang hadir dalam keheningan, dan pertanyaan hadir lebih banyak dari jawaban.

5. Visual dan Nuansa Senja

Warna visual dalam film didominasi tone senja, bukan hanya estetis, tetapi simbolik. Senja adalah waktu peralihan, waktu refleksi, waktu di mana seseorang menengok apa yang telah ia lalui dan ke mana ia akan melangkah.

Ini sangat mewakili perasaan generasi muda yang sedang berada di fase transisi: antara idealisme masa muda dan realita masa depan.

Banyak Gen Z yang relate dengan situasi-situasi di atas, mereka mengungkapkan emosional mereka melalui kolom komentar media sosial film sore. 

“Film ini kayak nonton ulang keputusan yang gue sesali.”

“Gue gak siap punya Sore, tapi juga gak siap kehilangan dia.”

“Andai bisa punya versi dari masa depan yang ngasih tahu langkah mana yang benar.”

Film Sore: Istri dari Masa Depan memang tidak butuh durasi panjang untuk membuat dampak emosional yang mendalam.

Dengan cerita yang menggabungkan realita dan imajinasi, film ini berhasil menyuarakan keresahan generasi Z yang sering terjebak dalam pertanyaan “Apakah yang kulakukan hari ini akan menyelamatkan atau menghancurkan masa depanku?”

Karena itulah Sore bukan sekadar film romansa, tetapi juga cermin kecil dari perasaan yang diam-diam dimiliki banyak orang muda hari ini.

  • Film Sore
  • Film Sore Relate dengan Kehidupan Gen Z

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.