Kronologi Pemerasan Biksu oleh Perempuan Thailand Pakai Video Seks, Berhasil Peras Miliaran Baht!

Minggu, 20 Jul 2025, 09:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kepolisian Thailand mengungkap sebuah skandal besar yang mengguncang institusi Buddhisme di negara tersebut. Seorang perempuan yang dijuluki “Miss Golf” ditangkap atas tuduhan melakukan hubungan seksual dengan sejumlah biksu, kemudian menggunakan foto dan video intim mereka untuk melakukan pemerasan.

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa, 15 Juli 2025, pihak kepolisian menyebut bahwa Miss Golf telah menjalin hubungan seksual dengan sedikitnya sembilan biksu dalam tiga tahun terakhir.

Ket. Foto: Ilustrasi Wanita — Sumber: Freepik

Dari aksi tersebut, ia diduga mengantongi sekitar 385 juta baht atau setara Rp193,5 miliar. Uang tersebut sebagian besar diduga digunakan untuk berjudi secara daring.

Kronologi Kasus

Kasus ini pertama kali menarik perhatian aparat pada pertengahan Juni 2025 ketika seorang kepala biara di Bangkok mendadak meninggalkan wihara. Investigasi mengungkap bahwa ia telah diperas oleh Miss Golf setelah melakukan hubungan pada Mei 2024. Perempuan itu mengklaim tengah hamil anak sang biksu dan menuntut tunjangan senilai tujuh juta baht (Rp3,5 miliar).

Polisi kemudian menemukan bahwa biksu-biksu lain juga telah mentransfer uang kepada Miss Golf dengan modus serupa. Saat menggeledah rumahnya awal Juli, penyidik menyita ponsel dan menemukan lebih dari 80.000 foto dan video yang digunakan sebagai alat pemerasan.

Miss Golf kini menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk pemerasan, pencucian uang, dan menerima barang curian.

Dampak terhadap Institusi Keagamaan

Skandal ini memicu reaksi keras dari publik dan mendorong Dewan Tertinggi Sangha Thailand membentuk komite khusus untuk meninjau ulang peraturan kebiksuan. Pemerintah juga menyerukan hukuman lebih tegas bagi biksu yang melanggar, termasuk denda besar dan hukuman penjara.

Pekan ini, Raja Vajiralongkorn mencabut anugerah gelar kehormatan terhadap 81 biksu, merujuk pada serangkaian pelanggaran baru-baru ini yang dinilai meresahkan umat Buddha.

Di negara dengan lebih dari 90% penduduk beragama Buddha, skandal ini semakin menambah daftar panjang kontroversi yang menimpa institusi keagamaan.

Sebelumnya, pada 2017, biksu Wirapol Sukphol divonis karena pelanggaran seksual dan pencucian uang. Pada 2022, sebuah kuil di Phetchabun ditinggalkan tanpa biksu usai semua penghuninya ditangkap dalam kasus narkoba.

Seruan untuk Reformasi

Para akademisi dan pengamat menyebut skandal ini sebagai momentum penting untuk menata ulang struktur Sangha yang selama ini dinilai otoriter dan tertutup.

"Sistem ini terlalu hierarkis. Biksu junior tak berani berbicara, meski melihat pelanggaran di depan mata," ujar Suraphot Thaweesak, seorang cendekiawan agama.

Sementara itu, Prakirati Satasut, sosiolog dari Universitas Thammasat, menilai proses penyelidikan sebagai langkah positif. "Kebenaran harus diungkap demi memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi Buddhis," tegasnya.

  • Skandal Biksu Thailand
  • Miss Golf

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.