Nyaris Tewas di Gunung Rinjani! Turis Belanda Terpeleset di Jalur Ekstrem Segara Anak, Alami Patah Leher
Jum'at, 18 Jul 2025, 12:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM -Â Gunung Rinjani kembali menjadi sorotan setelah seorang wisatawan asing, Sarah van Hulten (26) asal Belanda, dilaporkan terjatuh ke jurang sedalam 20â30 meter saat melakukan pendakian pada Kamis, 17 Juli 2025.
Ini menjadi insiden ketiga dalam waktu kurang dari satu bulan di jalur yang sama yakni Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, yang dikenal ekstrem dan berbahaya.
Menurut data dari aplikasi eRinjani, korban teregistrasi mendaki sejak 16 Juli 2025, melalui pintu masuk Sembalun bersama Tour Operator Cakrawala Rinjani dan dipandu oleh Karman Partu Rengga, didampingi dua porter serta tiga pendaki lainnya. Kejadian nahas itu terjadi hanya sekitar 50 meter sebelum jembatan menuju Danau Segara Anak.
Korban Patah Leher dan Alami Pendarahan Kepala
Dalam keterangannya, Kepala Balai TNGR Yarman menyebutkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi masih sadar, namun mengalami cedera serius, termasuk dugaan patah tulang leher dan pendarahan di kepala. Penanganan darurat langsung dikoordinasikan dengan EMHC, tetapi kondisi medan dan terbatasnya komunikasi membuat evakuasi darat sangat berisiko.
"Analisa video dari petugas menunjukkan kondisi korban sangat berisiko jika dievakuasi manual, maka diputuskan menggunakan helikopter," terang Yarman.
Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter milik SGI Air Bali, yang membawa serta tim medis dari Nusa Medica. Helikopter tiba di lokasi pada pukul 16.42 WITA, lalu korban diterbangkan ke RS BIMC Kuta Bali untuk perawatan intensif.
Pendaratan di hanggar SGI Bali dilakukan pada pukul 17.30 WITA, dengan korban masih dalam kondisi sadar.
Rinjani dalam Sorotan: Tiga Insiden dalam Sebulan
Insiden ini bukan yang pertama terjadi di jalur tersebut. Pada 16 Juli, seorang pendaki asal Swiss juga mengalami kecelakaan di jalur yang sama. Bahkan sebelumnya, 29 Juni 2025, pendaki asal Malaysia, Nazli bin Awang Mahat, tewas setelah tergelincir sejauh 200 meter.
Rangkaian insiden ini memaksa Balai TNGR menutup jalur Pelawangan Sembalun menuju Segara Anak per 16 Juli 2025 hingga waktu yang belum ditentukan.
Menurut Yarman, jalur tersebut memang ekstrem dan berbahaya jika tidak dilalui dengan kehati-hatian dan pengawasan maksimal. TNGR kini tengah melakukan asesmen teknis untuk meningkatkan standar keselamatan, seperti pemasangan tali pengaman atau rekonstruksi jalur.
Tragedi demi tragedi di Rinjani mempertegas perlunya pembaruan sistem keamanan pendakian di kawasan taman nasional. Jumlah wisatawan asing yang meningkat pasca pandemi membawa tantangan baru yakni tidak semua wisatawan berpengalaman di medan ekstrem seperti Rinjani.
Tour operator dan pemandu lokal kini didorong untuk meningkatkan pelatihan keselamatan, mitigasi risiko, dan kewaspadaan.
"Evakuasi berjalan cepat karena koordinasi semua pihak berjalan baik. Tapi ke depan, yang lebih penting adalah mencegah insiden seperti ini terjadi lagi," tegas Yarman.
- Pendaki Asal Belanda
- Kecelakaan Gunung Rinjani
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.