Miris! Sepertiga Perempuan di Dunia Penerbangan Jadi Korban Pelecehan Seksual, Banyak yang Bungkam karena Takut Dipecat!
Jum'at, 18 Jul 2025, 11:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia penerbangan kembali diguncang dengan fakta kelam yang selama ini nyaris tersembunyi di balik senyum ramah para awak kabin.Â
Sebuah survei terbaru yang dilakukan serikat pekerja Unite mengungkap data mencengangkan, lebih dari sepertiga perempuan yang bekerja di sektor ini pernah mengalami pelecehan seksual dalam berbagai bentuk, baik dari rekan kerja, manajer, maupun penumpang.
Survei yang melibatkan 30.000 anggota perempuan ini menyoroti berbagai insiden pelecehan, mulai dari pelecehan verbal hingga fisik, yang terjadi saat bertugas, dalam perjalanan kerja, atau bahkan di luar jam dinas.Â
Sebanyak 34 persen responden mengaku pernah menjadi korban kekerasan seksual secara langsung, sedangkan 11 persen lainnya mengalami pemaksaan seksual, yang mana mereka ditekan, dibohongi, atau dimanipulasi untuk melakukan aktivitas seksual tanpa persetujuan.
Yang lebih mengejutkan lagi, 67 persen perempuan mengalami godaan seksual yang tidak diinginkan, 65 persen menjadi korban lelucon cabul, dan 55 persen pernah disentuh secara tidak pantas.Â
Bahkan lebih dari 40 persen mengaku menerima kiriman gambar pornografi dari manajer, rekan kerja, atau bahkan penumpang!
Masalah ini tidak terjadi satu atau dua kali saja. Hampir setengah dari para korban (47 persen) mengalami pelecehan lebih dari dua kali, sementara 34 persen lainnya mengatakan peristiwa itu terjadi berulang kali.
Ini menunjukkan pelecehan seksual di lingkungan kerja penerbangan adalah pola sistemik, bukan kejadian insidental.
Tragisnya, mayoritas korban memilih bungkam. Alasan mereka? Takut kehilangan pekerjaan, takut tidak dipercaya, dan merasa pengaduan mereka akan diabaikan. Benar saja, lebih dari 76 persen responden mengatakan manajemen tidak mengambil tindakan tegas.
âManajemen malah tertawa ketika saya melaporkan bahwa saya dilecehkan oleh rekan kerja yang punya riwayat serupa,â ungkap salah satu korban yang namanya disamarkan, dan menggambarkan betapa lemahnya sistem perlindungan bagi korban di sektor ini.
Lebih ironis lagi, banyak manajer justru memberikan alasan menggelikan seperti, âPenumpang datang dan pergi, kemungkinan kecil kamu akan bertemu dia lagi.âÂ
Kalimat ini seperti menampar martabat para pekerja perempuan yang setiap harinya mempertaruhkan kenyamanan dan keselamatan dalam pekerjaan mereka.
Sharon Graham, Sekretaris Jenderal Unite, mengecam keras situasi ini. Dia menegaskan keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam industri penerbangan, dan menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan pendekatan zero tolerance terhadap segala bentuk pelecehan seksual.
âTidak seorang pun berhak diperlakukan seperti ini di tempat kerja. Kami akan mempermalukan dan memberi peringatan keras kepada siapa pun yang menutup mata terhadap masalah ini,â tegas Graham.
Kisah para korban di balik seragam penerbangan seruan keras agar dunia membuka mata, pelecehan seksual bukan mitos, itu realita brutal yang harus diberantas hingga akarnya.
- Kekerasan Seksual
- Pramugari
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.