Gila! Tren Drakor 'S Line' Bikin Remaja Indonesia Lomba Pamer Jumlah Hubungan Seks
Jum'at, 18 Jul 2025, 12:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan dengan sebuah tren viral yang cukup kontroversial, yakni penggunaan garis merah yang muncul dari kepala seseorang. Tren ini dikenal dengan sebutan S-Line, dan langsung menyita perhatian banyak pengguna platform daring, terutama di kalangan anak muda. Bagaimana tidak, hampir setiap hari kita bisa menemukan unggahan foto dengan garis merah tersebut, yang secara terang-terangan memicu berbagai reaksi dari warganet.
Tren ini berasal dari drama Korea berjudul S-Line, yang diadaptasi dari Webtoon populer dengan nama yang sama. Ceritanya berkisah tentang seorang siswi SMA yang memiliki kemampuan unik untuk melihat garis merah di tubuh seseorang. Garis tersebut, menurut alur cerita, menunjukkan hubungan seksual yang pernah dijalin oleh dua orang. Konsep inilah yang akhirnya diangkat ke dunia maya dan menjadi viral.
Di dunia media sosial, garis merah yang muncul pada gambar-gambar ini dipergunakan sebagai simbol untuk menggambarkan jumlah pengalaman seksual seseorang. Dalam konteks ini, semakin panjang garis merah yang muncul, semakin banyak pula pengalaman seksual yang dimiliki orang tersebut. Tanpa disadari, tren ini membawa dampak yang cukup besar terhadap cara pandang masyarakat, terutama di kalangan remaja yang aktif menggunakan media sosial.
Namun, tak sedikit pula kritik yang datang menyertai fenomena ini. Banyak warganet menganggap tren S-Line bukan sekadar lelucon ringan, melainkan sebagai sebuah bentuk normalisasi pergaulan bebas yang berisiko. Dalam pandangan mereka, penggunaan garis merah sebagai simbol jumlah pengalaman seksual bukan hanya merendahkan nilai moral, tetapi juga berpotensi memengaruhi persepsi generasi muda terhadap hubungan seksual. Di tengah serbuan konten viral yang semakin mengaburkan batasan antara hiburan dan etika, beberapa kalangan merasa khawatir bahwa nilai-nilai yang lebih luhur semakin tergerus.
Terlepas dari kontroversi yang mengiringinya, fenomena S-Line menunjukkan bagaimana tren di media sosial bisa dengan cepat berkembang, merambah berbagai lapisan masyarakat. Namun, di balik kegemilangan tren ini, penting untuk tetap kritis dan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap pola pikir dan kebiasaan sosial yang sedang berkembang. Sebagai konsumen media, kita memiliki peran penting dalam menentukan apa yang layak disebarkan, dan apa yang lebih baik untuk dihentikan sebelum meluas lebih jauh.
- Tren
- Hubungan Seksual
Redaktur: Nuraini Andriani
Penulis: Nuraini Andriani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.