Gelombang Panas Tewaskan Seribu Orang di Spanyol dalam Dua Bulan, Mayoritas Lansia dan Perempuan
Kamis, 17 Jul 2025, 13:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Suhu ekstrem yang melanda wilayah Spanyol dalam dua bulan terakhir menelan korban jiwa dalam jumlah mencengangkan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup Spanyol, sebanyak 1.180 orang meninggal dunia akibat suhu panas antara 16 Mei hingga 13 Juli 2025.
Angka ini menunjukkan lonjakan drastis dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, di mana tercatat hanya 70 kasus kematian akibat cuaca panas ekstrem.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Senin (14/7), kementerian menyebut bahwa sebagian besar korban adalah lansia di atas usia 65 tahun, dan lebih dari setengahnya adalah perempuan.
Fenomena ini menggarisbawahi bahaya nyata yang ditimbulkan oleh perubahan iklim, terutama bagi kelompok rentan seperti manula dan perempuan yang tinggal di wilayah dengan infrastruktur penanganan cuaca panas yang terbatas.
Wilayah Utara Spanyol Paling Terdampak
Wilayah paling terdampak berada di bagian utara Spanyol, termasuk Galicia, La Rioja, Asturias, dan Cantabria. Daerah-daerah tersebut selama ini dikenal memiliki iklim musim panas yang lebih sejuk dibandingkan wilayah selatan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, termasuk 2025, suhu di wilayah utara meningkat tajam dan menyamai suhu di wilayah pesisir selatan.
Dalam periode yang sama, pemerintah Spanyol juga mencatat 76 peringatan merah untuk panas ekstremâangka yang sangat kontras dibandingkan dengan nol peringatan merah pada tahun 2024.
âData tersebut menunjukkan peristiwa dengan intensitas luar biasa, yang ditandai dengan peningkatan suhu rata-rata yang belum pernah terjadi sebelumnya serta peningkatan signifikan angka kematian akibat gelombang panas,â ungkap Kementerian Lingkungan Hidup, mengutip data dari Carlos III Health Institute, lembaga pemantauan kesehatan nasional.
Suhu Tembus Lebih dari 40°C
Selama beberapa pekan terakhir, Spanyol mengalami gelombang panas berulang dengan suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. Ini menjadi bagian dari pola iklim ekstrem yang juga dirasakan di negara-negara Eropa Barat lainnya seperti Prancis, Italia, dan Jerman.
Otoritas kesehatan masyarakat menyerukan langkah-langkah perlindungan bagi warga, termasuk pembatasan aktivitas luar ruang pada siang hari, peningkatan konsumsi air, serta penggunaan ruang publik berpendingin udara untuk lansia dan anak-anak.
Lonjakan kematian ini menjadi sinyal alarm bahwa krisis iklim kini menimbulkan konsekuensi nyata yang tak bisa diabaikan, baik dari sisi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
- Krisis Iklim
- Gelombang Panas Spanyol
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.