Dalam unggahan di akun Instagram @ninik102 yang dikutip oleh Kilat.com, Ninik membagikan sebuah foto yang memperlihatkan sang suami tengah memeluk pinggang seorang wanita dari belakang. Meski wajah wanita tersebut tidak tampak jelas, Ninik meyakini sosok itu adalah Iris Wullur.
Yang membuat publik semakin terkejut, Ninik mengungkap bahwa suaminya berprofesi sebagai anggota polisi. Bahkan, Arif disebut telah beberapa kali mendapatkan sanksi atas tindakannya di masa lalu.
"Ini lho anggota instansi terhormat di Indonesia, udah kena teguran, ditahan di Patsus, disidang kode etik, dimutasi ke Yanma karena tindak KDRT, sekarang bertingkah lagi," tulis Ninik dalam unggahannya.
Ia juga menekankan bahwa suaminya dan dirinya secara hukum masih terikat pernikahan, sehingga kemesraan Arif dengan wanita lain dinilai sebagai tindakan yang melanggar norma dan etika.
Ninik juga mengungkap bahwa selama proses perpisahan yang belum selesai secara hukum, Arif terus melakukan tindakan yang menurutnya tidak pantas, termasuk menghalangi komunikasi anak dengan ibunya.
âAnak saya sampai bilang, 'Ayah nggak mau izinin ketemu mama'. Udah berapa bulan saya cuma bisa video call doang. Itu juga kalau dikasih,â ungkapnya dalam unggahan lanjutan.
Tak berhenti sampai di situ, Ninik juga mengungkap bahwa Arif kerap menghalangi anak mereka untuk bertemu dengan dirinya, sang ibu kandung. Hal ini memperburuk hubungan keluarga yang sudah retak akibat dugaan KDRT dan kini perselingkuhan.
Lebih jauh, Ninik menyoroti status wanita yang diduga menjadi selingkuhan suaminya. Ia mengklaim bahwa wanita tersebut juga masih berstatus istri orang.
"Ini perempuan yang kemarin ke coffeeshop bareng lo, yang statusnya masih istri orang juga ternyata ya. Just like you yang masih suami gue secara hukum," ujar Ninik.
Hingga saat ini, baik Iris Wullur maupun Arif Purnama Oktora belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut. Publik menantikan klarifikasi dari kedua pihak terkait kebenaran isu yang beredar. Sementara itu, nama Iris Wullur terus menjadi trending di berbagai platform media sosial akibat kasus ini.