Pilu! Keluarga Pemulung di Bandung Masak Bangkai Ayam karena Tak Punya Beras

Rabu, 16 Jul 2025, 14:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di tengah deru truk sampah dan tumpukan kubangan limbah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemukan kisah yang tak terbayangkan: sebuah keluarga pemulung di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti memasak bangkai ayam yang mereka pungut dari tempat sampah karena tak punya beras untuk dimasak. Kondisi ini menjadi potret nyata kemiskinan ekstrem yang tersembunyi di wilayah perkotaan.

Dalam kunjungan ke lokasi tersebut, Dedi bertemu dengan ibu muda dan tiga anaknya yang tinggal di gubuk reyot, dikerubungi lalat dan tanpa fasilitas layak. Saat membuka panci, ia terkejut melihat potongan ayam. “Itu teh mulung, Pak. Dapat dari sampah,” kata sang ibu lirih. Dedi pun menanggapi dengan nada terkejut, “Masak ibu ngasih makan bangkai!?”.

Si ibu menyatakan belum membeli beras karena belum punya uang. Ia hanya mampu mengais rongsokan dan bangkai ayam untuk dimasak. Setiap hari, keluarga ini hanya mengantongi Rp?20.000–30.000 dari hasil mengais. Sang anak bungsu masih berusia empat tahun, dan anak sulung bekerja di Jakarta untuk membantu ekonomi keluarga.

Rumah mereka terlihat memprihatinkan: semi-permanen, kumuh, penuh lalat, tanpa saluran WC ataupun dapur sehat. Dedi kemudian menanyakan keberadaan KTP dan asal-usul sang ibu. Ia terkejut mengetahui keluarga tersebut berasal dari Majalaya, namun menetap di TPA karena sulit mencari pekerjaan di kampung halaman.

Menanggapi kondisi memprihatinkan ini, Dedi Mulyadi langsung menjanjikan perbaikan lingkungan hidup dan relokasi warga. “Besok ada yang ngebresin ini. Drainasenya mau dirapiin. Rumah rumah mau saya tata,” tegasnya. Pemerintah juga akan memberikan uang kontrakan bagi keluarga agar bisa tinggal di hunian layak selama perbaikan berlangsung.

Aksi cepat dilakukan: alat berat diturunkan untuk membongkar gubuk kumuh dan menata ulang drainase serta saluran sanitasi di sekitar TPA Sarimukti. Gubernur berharap tindakan ini bisa menjadi titik balik agar kemiskinan ekstrem tidak lagi menjadi wajah tersembunyi di provinsi dengan pembangunan yang kian pesat.

Di akhir kunjungan, Dedi memberikan sejumlah uang kepada keluarga tersebut. Sang ibu tak kuasa menahan air mata. “Nuhun, Pak,” ucapnya lirih sebuah ungkapan syukur yang mencerminkan harapan sederhana: cukup beras untuk memasak.

  • Viral
  • Dedi Mulyadi

Redaktur: Nuraini Andriani

Penulis: Nuraini Andriani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.