Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Laut Baru 10 Persen
Rabu, 16 Jul 2025, 09:39 WIBJAKARTA- Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki luas laut yang lebih besar dari luas daratannya, Indonesia harus mampu memanfaatkan sumber daya kelautan dan mampu menjaga teritorial.
âFaktanya pemanfaatannya baru mencapai sekitar 10 persen dari total potensi yang ada. Hal itu menunjukkan bahwa masih banyak potensi sumber daya laut yang belum tergarap secara optimal,âkatanya, Selasa (15/7), menanggapi Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan laut adalah urat nadi ekonomi Indonesia.
Ia menunjuk total luas wilayah Indonesia, baik darat maupun laut, mencapai 8.3 juta kilo meter persegi. Luas laut Indonesia meliputi perairan teritorial: 3,1 juta kilo meter persegi (km²), Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 2,7 juta km².
Menurut dia, beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan sumber daya laut terangnya antara lain karena keterbatasan teknologi, infrastruktur yang belum memadai, serta kurangnya eksplorasi dan penelitian lebih lanjut.
âDengan potensi yang sangat besar dan pemanfaatan yang masih rendah, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan,âpungkas Suhartoko.
Sebelumnya, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan laut adalah urat nadi ekonomi Indonesia.
âKita harus memahami bahwa kita sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut bukan sekedar pajangan, laut bukan sekedar statistik, tapi laut adalah urat nadi ekonomi Indonesia,â katanya dalam agenda Grand Launch United IGCN (Indonesia Global Compact Network) Ocean Centres di Bappenas, Jakarta, Selasa (15/7).
Sebanyak 45 persen perdagangan global dilakukan melalui laut dengan nilai 15 triliun dollar Amerika Serikat (AS), yang juga melintasi perairan Indonesia. Dengan luas laut 6,4 juta kilometer persegi dan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia juga menghasilkan hampir 7 juta ton tangkapan ikan pada tahun ini.
Apabila potensi laut di Indonesia dapat dikelola secara baik, lanjutnya, maka bisa menjadi penggerak utama ekonomi nasional melalui tiga pilar, yaitu ekonomi biru, ekonomi pangan biru, dan karbon biru.
Febrian menegaskan bahwa pemerintah bukan hanya sekadar menginginkan pertumbuhan dengan hanya mengambil komoditas dari laut, tetapi melakukan regenerasi guna memperbaiki dan menjaga keberlangsungan sumber daya laut.
âSuatu hal yang tidak bisa kita tawar adalah masalah keselamatan. Keselamatan manusia, keselamatan aset, keselamatan lingkungan, dan yang tak kalah penting adalah keselamatan budaya yang harus menjadi pusat dari semua strategi kelautan,â ungkap Wamen PPN.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, ekonomi biru dinilai menjadi bagian penting dari agenda besar pembangunan. Kebijakan tersebut konsisten dengan visi jangka panjang dalam peta jalan ekonomi Indonesia 2045.
Beberapa fokus utama Indonesia untuk mengembangkan potensi kelautan antara lain perbaikan tata kelola kelautan, menguatkan industri perikanan, perluasan konservasi dan jasa ekosistem, efisiensi logistik maritim, peningkatan pariwisata bahari, pengembangan energi terbarukan, serta menciptakan inovasi teknologi di bidang kelautan.
âKita ingin laut kita menjadi sumber pangan, sumber energi, sumber air, dan stabilitas ekosistem yang seluruhnya kita (berikan) untuk rakyat,â katanya.
- potensi kelautan
- penggerak ekonomi
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.