Waspadai Leptospirosis di Musim Hujan, Penyakit Serius dari Genangan Air yang Terlihat Biasa

Senin, 14 Jul 2025, 11:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Musim hujan membawa risiko kesehatan yang kerap tak disadari masyarakat, salah satunya adalah penyakit leptospirosis.

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira ini dapat ditularkan melalui air yang terkontaminasi urine hewan, khususnya tikus. Air yang tampak biasa seperti genangan banjir atau limpasan saluran air ternyata bisa menjadi media penularan yang berbahaya.

Ket. Foto: Bahaya genangan air di musim hujan — Sumber: Freepik

Leptospirosis masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit yang lecet, luka terbuka, atau bahkan melalui selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut.

Kondisi ini sering terjadi saat seseorang berjalan tanpa alas kaki di kawasan banjir, memegang benda yang basah tanpa pelindung, atau saat membersihkan rumah pascabanjir.

Setelah memasuki tubuh, bakteri akan menyebar melalui aliran darah dan bisa menyerang berbagai organ penting seperti ginjal, hati, paru-paru, hingga sistem saraf pusat. Bila tidak segera ditangani, infeksi dapat menimbulkan komplikasi berat, bahkan mengancam nyawa.

Risiko Tak Hanya Mengintai Petani

Leptospirosis sebelumnya lebih dikenal sebagai penyakit yang umum menjangkiti petani atau pekerja lapangan di area persawahan.

Namun kini, penyebarannya meluas ke lingkungan perkotaan, terutama saat terjadi banjir. Siapa saja bisa terpapar, tanpa memandang profesi, jika bersentuhan dengan air kotor tanpa pelindung yang memadai.

Kasus leptospirosis kerap muncul beberapa hari setelah seseorang terpapar air banjir. Gejala awal yang muncul biasanya berupa demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan.

Karena gejalanya mirip flu atau infeksi umum lainnya, penyakit ini seringkali tidak terdeteksi sejak awal, hingga akhirnya berkembang menjadi lebih parah.

Infeksi Bisa Terjadi Tanpa Luka Terbuka

Penularan leptospirosis tidak selalu membutuhkan luka terbuka. Bakteri Leptospira juga dapat masuk melalui selaput lendir tubuh, sehingga meskipun kulit tampak utuh, risiko infeksi tetap ada.

Oleh karena itu, penting untuk selalu menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu bot, sarung tangan, dan pakaian tertutup saat beraktivitas di area yang tergenang.

Setelah beraktivitas di tempat yang basah atau terkena air banjir, masyarakat disarankan segera mencuci tangan dan bagian tubuh lain yang terpapar. Membersihkan rumah dengan disinfektan juga menjadi langkah penting untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Langkah Pencegahan dan Kewaspadaan

Pencegahan leptospirosis harus dimulai dari kesadaran individu untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Menghindari genangan, mengenakan pelindung saat membersihkan sisa banjir, serta memastikan rumah tidak menjadi sarang tikus adalah langkah penting dalam memutus rantai penularan.

Deteksi dini sangat penting karena pengobatan pada tahap awal infeksi dapat mencegah kerusakan organ yang lebih serius. Jika mengalami demam mendadak setelah terpapar air banjir, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk diagnosis lebih lanjut.

Leptospirosis adalah salah satu contoh bagaimana masalah lingkungan seperti banjir dapat bertransformasi menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius. Pencegahan, edukasi, dan penanganan yang cepat menjadi kunci utama untuk menghindari dampak buruk dari penyakit ini.

  • Leptospirosis
  • Bahaya Banjir

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.