Sering Gunakan Headset Lebih dari Satu Jam Sehari? Kenali Risiko Gangguan Pendengaran dan Tips Penggunaan yang Aman

Senin, 14 Jul 2025, 11:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penggunaan headset dengan volume tinggi secara terus-menerus kian menjadi ancaman serius bagi kesehatan pendengaran masyarakat.

Kini, risiko gangguan pendengaran akibat bising tidak hanya mengintai para pekerja di lingkungan industri, seperti pabrik atau pengemudi kendaraan umum, tetapi juga masyarakat umum yang terbiasa menikmati musik lewat perangkat audio pribadi.

Ket. Foto: wanita menggunakan headset lebih dari 1 jam sehari — Sumber: Freepik

Kebisingan yang berasal dari kegiatan sehari-hari, seperti menghadiri konser musik, bermain di wahana dengan pengeras suara keras, atau mendengarkan musik lewat headset, menjadi sumber paparan suara berlebih yang dapat memicu cedera akustik.

Meski dampaknya tidak langsung terasa, cedera pendengaran bisa terjadi secara bertahap dan bersifat permanen.

Gejala Awal Sering Diabaikan

Cedera pendengaran akibat bising biasanya diawali dengan gejala ringan seperti telinga berdenging (tinnitus) dan sensasi telinga terasa tertutup.

Sayangnya, gejala ini sering kali diabaikan karena bisa mereda dalam waktu kurang dari satu hari. Namun, bila paparan suara keras terjadi berulang, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi gangguan pendengaran permanen.

Cedera bising kronik juga berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penderitanya dapat mengalami kesulitan berkomunikasi, gangguan konsentrasi, isolasi sosial, bahkan percepatan penuaan pada sistem pendengaran.

Tips Aman Gunakan Headset Sehari-hari

Perangkat audio pribadi atau Personal Listening Device (PLD) seperti earbuds, headphone over-ear, dan bone conduction headset kini banyak digunakan.

Di antara semua jenis, headphone over-ear dengan fitur active noise cancelling (ANC) dinilai relatif lebih aman karena dapat mengurangi kebisingan eksternal sehingga pengguna tidak perlu menaikkan volume secara berlebihan.

Namun, perangkat ini tidak disarankan digunakan saat beraktivitas di luar ruangan karena dapat mengurangi kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.

Sebagai pedoman, disarankan untuk:

  • Mengatur volume tidak lebih dari 60 persen dari kapasitas maksimal,

  • Menggunakan PLD tidak lebih dari 60 menit secara berkelanjutan,

  • Mengistirahatkan telinga selama 5 menit setiap jam,

  • Menjaga kebersihan perangkat seperti earbuds,

  • Mengaktifkan fitur volume warning yang tersedia pada banyak perangkat audio.

Idealnya, volume audio sebaiknya dijaga di bawah 80 desibel untuk menghindari risiko kerusakan pada telinga.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Pemeriksaan ke dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan – Bedah Kepala Leher (THT-KL) dianjurkan bila pengguna mengalami dua dari tiga kondisi berikut:

  1. Penggunaan headset lebih dari empat jam per hari,

  2. Volume audio melebihi 80 persen,

  3. Telinga terasa nyeri atau berdenging setelah pemakaian.

Penanganan medis tergantung tingkat keparahan. Cedera akut yang terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu masih memungkinkan untuk ditangani dengan pengobatan konvensional.

Sementara itu, kasus kronis dapat ditangani dengan terapi seperti transcranial magnetic stimulation yang melibatkan dokter neurologi. Jika cedera disertai gangguan psikologis seperti stres atau depresi, pendampingan psikolog atau psikiater juga diperlukan dalam proses pemulihan.

Dengan meningkatnya penggunaan headset dalam kehidupan sehari-hari, kesadaran terhadap kesehatan pendengaran menjadi semakin penting.

Penggunaan yang bijak dan sesuai anjuran menjadi kunci untuk mencegah kerusakan telinga jangka panjang yang dapat berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.

  • Kesehatan Telinga
  • Volume Headset

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.