Atlet Anggar Wanita Ini Mengaku Terpapar Doping Lewat Ciuman, Karir Terancam!
Senin, 14 Jul 2025, 19:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Kisah unik datang dari dunia olahraga internasional. Ysaora Thibus, atlet anggar wanita asal Prancis, baru-baru ini harus menghadapi dugaan berat penggunaan doping yang bisa mengakhiri kariernya. Namun, alih-alih mengakui kesalahan, Thibus mengklaim bahwa ia terpapar zat terlarang lewat ciuman dari pasangannya, yang juga seorang mantan atlet anggar.
Peristiwa ini bermula setelah hasil tes doping yang dilakukan pada Januari 2024 menunjukkan bahwa Thibus positif mengandung ostarine, salah satu zat anabolik yang sering dipakai untuk meningkatkan massa otot. Temuan tersebut sempat mengguncang dunia olahraga, karena ostarine termasuk dalam daftar zat terlarang yang bisa menyebabkan sanksi berat, bahkan larangan bertanding hingga empat tahun.
Namun, Thibus membantah dengan tegas tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa zat terlarang itu justru masuk ke dalam tubuhnya tanpa sengaja. Dalam persidangan, atlet 33 tahun itu mengungkapkan bahwa ia berciuman dengan pasangannya saat itu, Race Imboden, seorang model asal Amerika dan mantan atlet anggar. Thibus mengklaim, ia tidak tahu bahwa Imboden sedang mengonsumsi produk yang mengandung ostarine.
"Aku benar-benar tidak tahu bahwa dia sedang menggunakan produk yang mengandung ostarine. Kami bersama selama sembilan hari, dan berciuman seperti pasangan pada umumnya," kata Thibus saat memberikan pembelaan di hadapan pengadilan.
Awalnya, klaim tersebut dianggap tidak masuk akal oleh banyak orang. Namun, Court of Arbitration for Sport (CAS), pengadilan internasional yang menangani sengketa doping, menerima argumen Thibus. Mereka menjelaskan bahwa secara ilmiah terbukti bahwa dosis ostarine yang digunakan oleh Imboden cukup untuk meninggalkan residu dalam air liur dan bisa menulari orang lain lewat ciuman.
"Secara ilmiah terbukti bahwa dosis ostarine yang digunakan oleh pasangan Thibus kala itu cukup untuk meninggalkan residu dalam air liur, dan bisa menimbulkan kontaminasi pada orang lain lewat ciuman," demikian putusan CAS.
Keputusan tersebut menguatkan pembelaan Thibus, yang dinyatakan tidak bersalah karena tidak ada niat untuk melanggar aturan. Pengadilan CAS menegaskan bahwa pelanggaran tersebut tidak bersifat sengaja dan Thibus tidak melakukan kesalahan atau kelalaian.
Putusan ini tentu saja menjadi kabar baik bagi Thibus, yang kini bisa melanjutkan perjuangannya tanpa khawatir terkena sanksi. Apalagi, dengan Olimpiade Paris 2024 yang semakin dekat, Thibus bisa kembali fokus pada karier anggarnya tanpa beban hukum.
Sementara itu, Race Imboden mengakui bahwa ia mengonsumsi ostarine sebagai bagian dari program pemulihan pasca pensiun dari dunia anggar. Ia menggunakannya untuk membantu pemulihan massa otot, yang juga mendukung kariernya sebagai model.
Thibus sendiri sebelumnya meraih medali perak dalam nomor beregu anggar pada Olimpiade Tokyo 2021. Setelah keputusan pengadilan ini, ia bisa kembali berlatih dan berlomba tanpa takut dihantui dugaan pelanggaran doping. Kini, Thibus berharap bisa tampil maksimal di Olimpiade Paris dan meraih kesuksesan yang lebih besar lagi.
- Atlet Wanita
- Atlet Anggar
Redaktur: Nuraini Andriani
Penulis: Nuraini Andriani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.