Sering Ngemil Saat Stres? Waspadai Emotional Eating yang Bisa Bikin Berat Badan Naik Diam-Diam!
Minggu, 13 Jul 2025, 06:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM -Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan makan mereka tidak selalu didorong oleh rasa lapar, melainkan oleh kondisi emosional. Fenomena ini dikenal sebagai emotional eating, yaitu kebiasaan mengonsumsi makanan sebagai respons terhadap tekanan batin seperti stres, marah, kesepian, atau kebosanan.
Alih-alih memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, pelaku emotional eating menjadikan makanan, terutama yang tinggi kalori seperti makanan manis, asin, dan berlemak sebagai pelarian untuk meredakan emosi tidak nyaman. Kondisi ini sering kali tidak disadari, karena keinginan makan tersebut dianggap sebagai rasa lapar biasa.
"Emotional eating berbeda dengan rasa lapar fisik. Dalam banyak kasus, seseorang makan bukan karena tubuh membutuhkan energi, tetapi karena dorongan emosional yang tidak tertangani,â ujar seorang ahli psikologi kesehatan.
Pemicu Emotional Eating yang Perlu Diwaspadai
Beberapa faktor yang sering menjadi penyebab emotional eating antara lain:
- Stres berlebih yang memicu hormon kortisol dan meningkatkan nafsu makan.
- Kebiasaan masa kecil, di mana makanan diberikan sebagai hadiah atau pelipur lara.
- Masalah psikologis, seperti depresi, gangguan kecemasan, hingga trauma emosional.
- Kurangnya kesadaran diri terhadap perasaan yang dialami, sehingga emosi seperti bosan disalahartikan sebagai lapar.
Dampak Negatif Emotional Eating
Meski terlihat sepele, kebiasaan ini dapat memicu berbagai risiko kesehatan serius jika tidak segera ditangani. Dampak yang paling umum adalah:
- Peningkatan berat badan, karena makanan dikonsumsi dalam jumlah besar dan tinggi kalori.
- Risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.
- Masalah emosional lanjutan, seperti rasa bersalah, malu, atau kecewa pada diri sendiri setelah makan berlebihan.
- Ketergantungan emosional pada makanan, yang membuat seseorang sulit mengelola perasaan tanpa makanan sebagai pelampiasan.
Langkah Mengatasi Emotional Eating
Menangani emotional eating membutuhkan pendekatan yang menyeluruh karena berkaitan erat dengan kondisi emosional dan pola hidup. Beberapa langkah yang disarankan adalah:
- Mengenali pemicu emosi, misalnya dengan membuat catatan harian tentang waktu makan dan suasana hati.
- Mencari alternatif pelepas emosi, seperti olahraga, meditasi, ngobrol dengan orang terdekat, atau menulis jurnal.
- Menerapkan mindful eating, yaitu makan dengan kesadaran penuh akan rasa lapar dan kenyang.
- Konsultasi dengan profesional, baik psikolog maupun ahli gizi, jika kebiasaan ini terus berlanjut dan mengganggu keseharian.
- Emotional eating adalah kebiasaan yang umum terjadi, namun sering kali tidak dikenali. Meski tampak sederhana, pola makan ini dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, penting untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh dan membedakan antara lapar emosional dan lapar fisik.
Mengelola emosi dengan cara yang sehat bukan hanya menjaga keseimbangan tubuh, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
- Lifestyle
- Makanan
Redaktur: R Alief Abiyya
Penulis: R Alief Abiyya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.