Sering Kesemutan di Kaki Meski Masih Muda? Waspadai 8 Penyebab Ini
Sabtu, 12 Jul 2025, 21:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Sensasi kesemutan pada kaki kerap dianggap sepele, terutama oleh kalangan muda yang merasa tubuhnya masih bugar. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kondisi ini bisa menjadi tanda awal gangguan saraf atau sirkulasi, dan tidak boleh diabaikan jika terjadi berulang.
Kesemutan, atau dalam istilah medis disebut parestesia, bisa bersifat sementara akibat tekanan ringan pada saraf. Tapi jika terus-menerus muncul tanpa sebab yang jelas, hal ini bisa mengindikasikan adanya masalah kesehatan serius yang perlu ditindaklanjuti.
Berikut ini adalah delapan kemungkinan penyebab kaki kesemutan pada usia muda yang perlu diwaspadai:
1. Tekanan pada Saraf Akibat Posisi Tubuh
Duduk terlalu lama dalam posisi bersila atau bersimpuh dapat menyebabkan tekanan pada saraf di area pinggul dan paha, sehingga menghambat aliran impuls ke kaki. Kondisi ini seringkali dialami pelajar atau pekerja yang duduk dalam waktu lama tanpa jeda.
Meski umumnya bersifat sementara dan bisa hilang dengan perubahan posisi, bila terlalu sering terjadi, bisa menyebabkan peradangan saraf atau gangguan jangka panjang.
2. Cedera atau Trauma
Cedera pada tulang belakang, panggul, atau kaki bisa mengganggu fungsi saraf sensorik dan motorik. Saraf yang tertekan atau rusak akibat benturan akan mengirimkan sinyal abnormal ke otak, yang dirasakan sebagai kesemutan.
Penting untuk memeriksakan kondisi ke dokter jika kesemutan muncul pasca kecelakaan atau benturan keras, terutama bila disertai nyeri, lemah otot, atau kehilangan keseimbangan.
3. Tekanan pada Pembuluh Darah
Kesemutan juga bisa muncul akibat aliran darah yang terganggu, misalnya karena pembuluh darah yang terjepit di area lutut atau panggul. Kondisi ini menyebabkan suplai oksigen ke jaringan saraf menjadi tidak optimal.
Hal ini umum terjadi pada orang yang duduk menyilangkan kaki terlalu lama atau menggunakan celana terlalu ketat yang menekan aliran darah.
4. Gangguan Saraf (Neuropati)
Gangguan sistem saraf seperti neuropati perifer atau sindrom carpal tunnel biasanya menyerang saraf di tangan, namun dapat meluas ke ekstremitas bawah. Saraf yang rusak akan menimbulkan gejala seperti kesemutan, kebas, hingga nyeri menusuk.
Penderita diabetes, autoimun, atau orang dengan riwayat konsumsi alkohol berlebihan cenderung lebih berisiko mengalami neuropati.
5. Penyakit Sistemik
Beberapa penyakit seperti diabetes melitus, multiple sclerosis (MS), hingga sindrom Guillain-Barré bisa merusak jaringan saraf secara bertahap dan menyebabkan kesemutan. Pada kondisi seperti ini, kesemutan biasanya menetap dan memburuk seiring waktu.
Jika Anda mengalami kesemutan yang disertai kelemahan otot, sulit berjalan, atau gangguan penglihatan, segera konsultasikan ke dokter.
6. Kurangnya Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari atau minim gerak dapat menyebabkan sirkulasi darah terganggu. Kondisi ini berisiko mengurangi suplai oksigen ke kaki, sehingga menimbulkan sensasi kesemutan secara berkala.
Untuk mencegahnya, disarankan berdiri dan berjalan ringan setiap 30â60 menit bagi yang bekerja atau belajar dalam posisi duduk lama.
7. Kekurangan Nutrisi Penting
Vitamin B kompleks, terutama vitamin B12 dan asam folat, berperan penting dalam menjaga fungsi saraf. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan kerusakan saraf perifer, yang gejalanya berupa kesemutan, lemas, atau bahkan kehilangan keseimbangan.
Orang dengan pola makan tidak seimbang, vegetarian ketat, atau gangguan penyerapan vitamin (seperti anemia perniciosa) berisiko lebih tinggi mengalami defisiensi ini.
8. Faktor Psikologis: Stres dan Kecemasan
Kondisi mental juga memengaruhi fungsi saraf. Stres berlebihan, kecemasan tinggi, atau serangan panik dapat menyebabkan hiperventilasi dan menyempitkan pembuluh darah perifer, sehingga memicu kesemutan pada tangan dan kaki.
Dalam jangka panjang, stres kronis juga meningkatkan risiko gangguan saraf otonom dan gejala somatik lain.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kesemutan:
-
Terjadi setiap hari atau terus-menerus
-
Disertai rasa nyeri, mati rasa, atau kelemahan
-
Muncul tanpa aktivitas pemicu yang jelas
-
Tidak membaik setelah istirahat
Maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter saraf atau dokter umum untuk pemeriksaan lebih lanjut.
- Kesemutan Kaki
- Penyakit Anak Muda
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.